Rabu, 30 Januari 2008

The First Job: MC

Di keluarga, aku memang terkenal paling banyak ngomong. Mereka pernah berkata bahwa jika aku tidak berada di rumah maka suasana akan tampak sepi. Hal ini terbukti ketika usiaku beranjak memasuki masa SMA. Walhasil, pada masa-masa awal aku tinggal di asrama tempatku menuntut ilmu, mereka merasa ada yang hilang dari istana kecil kami. Tapi ketika aku berada di rumah mereka biasanya akan protes dengan tingkahku, yang biasanya tidak bisa membuat seisi rumah tidur siang dengan nyaman.
Aku masih ingat kebiasaanku bila ingin mendengarkan lagu, biasanya sebelum kaset di putar maka aku akan menirukan ala penyiar di radio. Dengan pe-denya aku bercuap-cuap ria, tentu saja suaraku tak bisa di mute-kan. Bahkan biasanya aku akan bersuara keras karena ingin terdengar oleh bapak yang berada di kamarnya. Biasa...Bapak itu orang yang paling senang jika menyaksikan anaknya berusaha keras menggapai cita-citanya.
Tak heran jika suatu ketika acara JEJAK PETUALANG membuka audisi host, Bapak dengan bersemangat menyuruhku ikut audisinya. Tentu saja aku yang sangat terpesona dengan kepiawaian RIANI JANGKARUNG, merasa termotivasi. Tak ayal aku pun mencari informasi tentang audisi. Ah...tapi sayang usahaku saat itu tidak maksimal, sehingga waktu untuk pendaftaran sudah tutup.
Tapi mimpi itu kembali menyala saat aku mengikuti acara RTE (Road to Emerald) K-Link Indonesia, yang diselenggarakan di Sasono Langgeng Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada November 2007 lalu. Emerald Manager Claudia membuatku kembali mengumpulkan serpihan mimpi yang hilang. Tentu saja aku segera mencari informasi untuk bisa seperti beliau. Alhasil ketika TTP (Trainging the Presenter) dilaksanakan di Serang dengan semangat kuikuti prosesnya. Dan Selasa (29 Januari 2008), menjadi langkah awal untukku menggapai mimpi menjadi Presenter Handal.

Jumat, 25 Januari 2008

Go to TTP

Seperti biasa, my BEST Upline dalam bisnis K-Link hadir sebagai sosok yang mengayomi. Aku masih ingat pembicaraan di telepon tadi, dia sangat antusias sekali mempromosikan kegiatan TTP (Trainging the Presenter) yang akan dilaksanakan pada 26-27 Januari, esok. Saat dia menelpon aku belum mempunyai keputusan, oleh sebab budget untuk mengikuti kegiatan esok masih belum ada di tanganku. Maklum, honor dari mengajar private komputerku baru akan diantarkan oleh seorang rekan esok pagi. Tapi seperti biasa, dia memang seorang sponsor yang pengertian. dia tetap menyuruhku ikut TTP dengan tidak memikirkan masalah keuangan terlebih dahulu. Sebagai konsekwensi, tiket miliknya diserahkan padaku.
Tentu aku sangat terkejut sekali akan hal ini. Ada perasaan tidak nyaman yang terus menyelubungi hatiku. Aku enggan merepotkannya terus dalam segala urusan ini. Tapi ah....bagaimana mungkin aku menolak segala kebaikan dia. Terlebih jika aku tolak, maka tiket miliknya akan hangus begitu saja. Karena dengan aku menggunakan tiket itu ataupun tidak, dia tetap tidak mengikuti TTP. Karena pada malam ini, sekitar pukul 22.00 WIB, dia akan berlayar dengan seorang leader kami, CA. Syawqi Mustajab Haromaini, menuju Lampung.
Inilah segala keberkahan yang didapatkan oleh upline bijak seperti dia. Kiprahnya dalam membangun bisis ini memang dilakoni secara serius. Tak jarang dia rela berkorban untuk para downlinenya. Maka tak heran jika saat ini, ia terpilih untuk menemani perjalanan seorang Leader Club seperti syawqi. Segala kenyamanan fasilitas yang pastinya VIP, berpetualang dengan orang-orang baru di CNQ (Champion Never Quit) dan terlebih pnambaha wawasan karena dapat konsultasi dengan CA. Aku yakin ini bukti dari janji Allah SWT, bahwa setiap perbuatan maka akan ada balasannya walaupun sebesar dzarroh.